![]()
ya, baru saja beberapa detik yang lalu saya menyatakan diri saya sendiri (hahaha..) sebagai:
Jomblo Perak (penghargaan atas jasa selama 25 tahun tanpa interupsi mengabdi pada kejombloan)
btw itu kata ‘jomblo‘ itu teh dari mana sebenernya? gue penasaran sampe gue nyari ke google barusan, ternyata hasilnya adalah bahwa konon ada sebuah kata dalam bahasa latin, yaitu ‘jomblus‘ yang artinya satu, sendiri atau single.
Katanya ada empat tahapan pas seorang lelaki jadi jomblo:
di tingkat 1 kuliah, para jomblo masih bisa berlagak dengan jual mahal dan ngomong “Agh, gue maunya cewek gue ntar yang cantik, baek, tajir! Pokoknya the best lah“. Di tingkat 1 ini, hanya cewek2x high class-lah yang umumnya dilirik para jomblo. Di tingkat 2…ketika ternyata masih tetep jomblo juga, maka para jomblo ini biasanya udah mulai nurunin harga dengan ngomong “Yach, cewek gue ntar gak usah cantik juga gak pa2x dech asal baek dan tajir“. Di tingkat 3, ketika ternyata kutukan jomblo masih terus menghantui mereka, maka biasanya mereka udah bener2x banting harga, “Siapa aja dech yang mau jadi cewek gue, yang penting gue punya pasangan“. Di tingkat 3 ini, tanpa pandang muka, setiap cewek pasti dikejar bahkan walaupun yang dikejar masih setengah cewek.
Namun, ketika mereka tiba di tingkat 4, tingkat akhir kuliah, mulai dech…semua berubah…jadi… “Apa aja dech…asal ada lobangnya!“.
Ya Tuhan, ampuni para jomblo ini. Kembalikanlah mereka ke lobang yang benar…ech…jalan yang benar maksud gue. ![]()
Berbanggalah sebagai jomblo hehe…liat aja banyak istilah yang menaikkan derajat diri jomblo. Contoh : Jomblo Keren (JoKer), Jomblo-Jomblo Bahagia (JoJoBa), High Quality Jomblo (HQ Jomblo), Ikatan Jomblo Lucu Imut (Ijo Lumut), dsb. Bahkan sampai muncul slogan “Jomblo itu pilihan, bukan kutukan“. Huahaha! ![]()
